HARIANINFO. CO. ID- Lampung selatan.Proyek Revitalisasi SMP Negeri 1 tanjung bintang, kabupaten lampung selatan, Jl. Cendana no. 10 Jati Baru, diduga menggunakan rangka baja lama, dan seharusnya rangka baja ringan tersebut di bongkar agar ada kekuatan dan keamanan, lalu diganti dengan rangka baja yang baru, kemudian juga rangka bajanya terlihat sudah meliot dan bengkok, namun semua itu tidak di lakukan oleh pihak sekolah, Karena ada dugaan pihak yang terkait ingin Meraup keuntungan yang lebih besar, hingga mereka justru langsung memasang atap rangka tersebut , sehingga hal ini memicu sorotan tajam publik. “Senin, (13/07/2026)
Berdasarkan hasil Invistigasi awak media di lapangan, telah di temukan banyak kejanggalan dalam proyek revitalisasi tersebut, pasalnya, ada dua gedung yang rangka baja lamanya tidak di bongkar dan tidak di ganti dengan yang baru, dan satu gedung yang lain rangka bajanya di ganti, padahal gedung tersebut sama dengan sebuah gedung dua yang tidak di bongkar rangkanya. ”

Lisnaini, Spd.Mpd.. Selaku kepala sekolah SMPN 1 tanjung bintang, saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp nya, ia mengungkapkan Revitalisasi aspirasi di sekolah kami memang tidak semua rangka di bongkar tetapi hanya tambal sulam saja, yang baru 2 gedung rehab dan bangunan baru Lab.kompiuter, semua jelas dan terpantau oleh kementrian, Dinas pendidikan, P2SP, masyrarakat dll, pembangunan di dampingi secara berkala oleh konsultan perencanaan, Reviuwer dari unila, konsultan pengawas, fasilitator ahli dari kampus ITERA, katanya. ”
Menurut Lisnaini, perlakuan rehab untuk setiap gedung berbeda-beda, kata dia,” namun sangat aneh sekali, gedung yang satu di ganti rangka baja nya, dan gedung yang dua tidak diganti rangkanya, padahal gedung yang satu dan dua sama tidak ada bedanya, ada apa yang sebenarnya?

Diketahui, proyek revitalisasi ini tahun 2026, dengan bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), dengan nilai Rp. 1.202.173.000.- sumber dari APBN.
Selain itu, di lapangan juga tidak di temukan kepala sekolah selaku penanggung jawab kegiatan yang bersipat swakelola, dan konsultan pengawas juga tidak di temukan serta yang terlibat dalam pekerjaan tersebut juga tidak berada di lokasi, dan pantas saja pekerjaan tersebut terkesan semaunya serta diduga adanya kejanggalan dan penyimpangan. ”
Menurut sumber setempat, jika program pemerintah di kerjakan tidak transfaran, maka yang di rugikan Publik dan siswa-siswi itu sendiri, karena kuwalitas gedung tersebut sangat minim sekali, dan berpotensi terjadi ambruk, sehingga tidak menutup kemungkin dugaan korupsi bisa terjadi.
Lebih lanjut, Indikasi rangka baja ringan yang lama tidak di ganti itu di pastikan bangunan tersebut tidak akan bertahan cukup lama, karma kuwalitasnya rendah, dan proyek seperti ini harus di pantau oleh APH, seperti kejaksaan maupun tipikor dan Istansi terkait, jika ada penyimpangan yang mengarah tindakpidana korupsi harus segera di periksa.
Hingga berita ini terbit, sangat di perlukan pihak-pihak yang terkait untuk bersedia secara langsung menyampaikan tanggapan atas persoalan ini.
(TimFran)







